Cara Menyusun Latar Belakang Masalah untuk Proposal Skripsi

Cara Mudah Menyusun Latar Belakang Masalah untuk Proposal Skripsi

Cara mudah menulis latar belakang masalah skripsi di Syifarabic


Menyusun latar belakang masalah (LBM) itu gampang-gampang susah. Dikatakan gampang, karena latar belakang masalah adalah hal yang melatarbelakangi kita melakukan penelitian terhadap suatu masalah. Dikatakan susah, karena kita bingung apa saja yang harus ditulis dan yang tidak perlu ditulis di bagian latar belakang masalah. Dalam tulisan ini saya akan berbagi tips dalam menyusun latar belakang masalah.

Adapun yang harus ada di latar belakang masalah adalah sebagai berikut:

1.    Narasi terkait variabel-variabel yang ada di dalam judul

Misalnya, judul penelitian kita adalah “Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran Bahasa Arab di SMA ABCD”. Dari judul di atas, maka kita bisa memetakan isi latar belakang, yaitu sebagai berikut:

a.    Narasi terkait implementasi kurikulum 2013

b.    Narasi terkait pembelajaran bahasa Arab di SMA

c.  Teori-teori terkait kurikulum, kurikulum 2013, implementasi kurikulum, kurikulum bahasa Arab SMA, kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) bahasa Arab SMA, muatan kompetensi bahasa Arab, termasuk kemahiran berbahasa Arab (Istima’, Kalam, Qiro’ah dan Kitabah) yang ada di kurikulum 2013, serta tarakib atau tatabahasa yang ada di kurikulum 2013 bahasa Arab SMA.

2. Narasi-narasi terkait penelitian pendahuluan seperti observasi awal yang didapatkan dari lokasi penelitian. Narasi terkait observasi bisa kita cantumkan di bagian latar belakang masalah dengan memberikan catatan kaki (footnote) atas hasil observasi tersebut. Observasi yang kita lakukan bisa melalui langsung datang ke sekolah SMA ABCD tersebut. Apa yang kita observasi? Yang kita observasi adalah pelaksanaan implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran bahasa Arab yang dilaksanakan oleh sekolah SMA ABCD tersebut. Apakah pelaksanaannya sudah sesuai kurikulum 2013? Apakah ada kendala dalam hal implementasi kurikulum 2013?

3.  Narasi-narasi terkait dengan hasil wawancara awal dengan pihak sekolah, untuk mengetahui persoalan implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran bahasa Arab. Wawancara bisa dilakukan melalui chat WA, telpon, email atau media lainnya. Kita juga bisa melakukan wawancara bertemu langsung dengan informan yang kita butuhkan. Misalnya, kepalas sekolah, guru bahasa Arab, ataupun siswa. Tujuan wawancara adalah kita mendapatkan data awal terkait implementasi kurikulum 2013 tersebut. Narasi terkait hasil wawancara tersebut wajib kita tambahkan catatan kaki (footnote) untuk melengkapi data wawancara tersebut.  

4.   Perdebatan akademik antara teori dan kenyataan yang terjadi di lapangan. Jadi, dalam latar belakang masalah kita benturkan antara teori kurikulum 2013 dengan kondisi implementasi kurikulum 2013 yang ada di sekolah SMA ABCD tersebut. Perdebatan akademik ini juga wajib mencantumkan referensi berupa catatan kaki (footnote).

5. Narasi tentang urgensi, novelty dan signifikansi penelitian kita. Dalam bagian ini kita wajib mencantumkan urgensi penelitian yang kita lakukan. Sederhananya, dalam bagian urgensi penelitian ini kita mencantumkan alasan mengapa penelitian kita ini penting untuk dilakukan? Kemudian dalam hal novelty (kebaruan) kita bisa menyampaikan narasi terkait persamaan dan perbedaan penelitian kita dengan penelitian sebelumnya. Sedangkan dalam hal signifikansi, kita mencantumkan dampak apa yang mungkin bisa timbul dengan adanya penelitian yang kita lakukan ini.

6. Mencantumkan tabel, grafik, atau bagan yang berkaitan dengan variabel penelitian yang terdapat di judul.

Sedangkan hal yang tidak boleh dicantumkan di latar belakang masalah (LBM) adalah sebagai berikut:

1.     Kita tidak boleh mencantumkan narasi yang jauh dari variabel-variabel yang ada di judul. Misalnya judul di atas: “Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran Bahasa Arab di SMA ABCD” maka kita tidak seharusnya mencantumkan narasi terkait misalnya:

a.       Teori tentang pendidikan secara umum

b.      Teori tentang bahasa secara umum

Dalam hal ini, langsung saja misalnya, di awal paragraf LBM kita menuliskan:

Kurikulum 2013 merupakan kurikulum…(cantumkan footnote).

Kurikulum 2013 untuk tingkat SMA … (cantumkan footnote)

Bahasa Arab dalam kurikulum 2013 …. (cantumkan footnote)

Implementasi kurikulum bahasa Arab di SMA ABCD (cantumkan footnote hasil observasi atau wawancara)

2.  Kita tidak boleh keluar jalur. Maksudnya, kita harus fokus membahas tema/topik penelitian yang akan kita lakukan. Sehingga, apa yang kita tulis dari mulai judul sampai latar belakang masalah itu nyambung dan tidak ambigu.

SyifArabic

SyifArabic Seorang Guru Bahasa Arab di SMA Lulusan S2 Pendidikan Bahasa Arab UIN Malang

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog Kami

Lebih baru Lebih lama